Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, D.H.S.M., M.A.R.S. Siap Dukung Program Festival Bondo

BERITA NEWS140 Dilihat

PATROLINUSANTARA.com, -Jakarta -Dalam rangka persiapan penyelenggaraan festival Bondo dan rapat kerja nasional Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) beraudiensi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jumat 1 September 2023 di Gedung Adyatma lt 5 Jakarta Selatan.

Kedatangan PEWARNA Indonesia disambut hangat oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, D.H.S.M., M.A.R.S.

Direktur P2PM pada kesempatan itu menerangkan tentang sejumlah tantangan yang dihadapi oleh Kemenkes saat ini, di antaranya dalam memfasilitasi keberadaan tenaga kesehatan guna memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, juga pemaparan singkat terkait penerapan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Di mana melalui peraturan ini perijinan kembali di tangan pemerintah, bukan lagi di tangan organisasi masyarakat, “tandasnya

Maxi juga menceritakan bahwa di bawah kepemimpinan menteri kesehatan bapak Budi Gunadi Sadikin, benar-benar dalam menempatkan pegawai didasarkan dengan profesionalisme dan kapasitas. Maka, di bawah kepemimpinan beliau Kemeskes mampu menjalankan program yang mendarat pada kepentingan masyarakat dan tentu dunia kesehatan sendiri.

Kemudian menjawab tentang polusi udara di Jakarta, Maxi menjelaskan bahwa kondisi udara di DKI memang sangat mengkuatirkan. Karena akibat polusi udara ini akan berdampak pada kesehatan masyarakat terkait penyakit ispa dan infeksi para. Namun sesuai tupoksi yang dilakukan pihak P2P sudah mempersiapkan cara penanganannya bagi masyarakat yang terdampak.

Setelah memaparkan apa yang mejadi tugas nya menjadi dirjend P2P, Suzanna Kezia, M.Th, mewaikil Sekretaris Panitia kegiatan PP PEWARNA Indonesia memaparkan sejumlah program yang sudah dan akan dilakukan oleh PEWARNA Indonesia. Di antaranya kegiatan Napak Tilas Rasul Jawa pada tahun 2021 lalu, juga rencana pelaksanaan Festival Bondo, Jepara, pada November mendatang.

Suzanna lalu menambahkan Festival Bondo direncanakan akan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat setempat, dan diisi oleh beragam kegiatan mulai dari camp jurnalistik, seminar Love Sex and Dating, seminar anak, juga karnaval budaya.

“Melalui kegiatan kami ini diharapkan dapat mendukung Desa Bondo sebagai tempat Daerah Tujuan Wisata religi, sekaligus memelihara rasa persatuan dan toleransi yang ada di sana,” ujar perempuan yang juga berprofesi sebagai pengusaha alat kesehatan, ini.

Menyambut penjelasan PEWARNA, Pria yang sudah 3 tahun menjabat sebagai Dirjen P2PM ini juga mengungkap dirinya mengapresiasi dengan kegiatan yang akan dilakukan oleh PEWARNA mendatang.

Yusuf Mujiono menambahkan, Festival Bondo merupakan suatu perwujudan dari misi PEWARNA untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memelihara eksistensi dari keberadaan semangat toleransi di Indonesia. Khususnya memelihara keberadaan Bondo sebagai desa Kristen yang merupakan buah penginjilan dari Ki Ibrahim Tunggul Wulung pada abad ke-19.

“Saya berharap teman teman di sini bisa diselenggarakan pula bersamaan dengan kegiatan Bakti Sosial, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional pada 12 November nanti. Namun kami meminta agar PEWARNA juga melibatkan masyarakat lintas agama setempat,” ujar Dirjen P2P.

Di sela pertemuan Yusuf Mujiono juga menyerahkan karya PEWARNA Indonesia, yakni Buku Napak Tilas Rasul Jawa, yang merupakan laporan perjalanan PEWARNA Indonesia selama seminggu dalam menapaki jejak perjalanan penginjil pribumi di Tanah Jawa.

 

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *