Ketua DPW ONIN Provinsi Jawa Barat Menolak Keras Perubahan Bentuk Rumah Adat Nias di TMII

BERITA NEWS215 Dilihat

 

PATROLINUSANTARA.com, -Jawa Barat, Juma’at 14 Juni 2024, Terkait polemik perubahan bentuk rumah adat Ono Niha di TMII yang di renovasi tahun 2023, menuai kritik dari masyarakat bawah khususnya kalangan Masyarakat Nias baik secara internal maupun lewat sosmed.

Seorang Pemuda asal Nias Barat, yang biasa di kenal sebagai sosok Inspiratif dan pemerhati Kepulauan Nias yaitu ANANDA JES CRISTOPHER WARUWU atau Mei Firman Jaya Waruwu, sekaligus sebagai Ketua DPW ONIN JAWA BARAT 2024-2029 geram melihat bentuk Renovasi Anjungan Rumah Adat tersebut. Ia menilai Bentuk Revitalisasi tersebut mengesankan bagi Kami sebagai Pemuda Masyarakat Nias (Ono Niha) dan Masyrakat Nias “Wajah Kami telah di Coret dan seakan di Olok-Olokan” dengan bentuk anjungan Rumah Adat tersebut.

Seperti pada postingan akun TikTok @inspirasi_peduliNIAS88 dalam Video yang diunggah itu ia menyampaikan Penolakan, Menyerukan dan Mengecam agar Wajah Rumah Adat Ono Niha di TMII itu di Kembalikan pada Wujud Keasliannya, ujarnya.

Menurutnya, Anjungan Rumah Adat Ono Niha di TMII itu adalah Mewakili Wajah Masyarakat Nias, dan Wajah Pulau Nias serta pertunjukan Icon Tano Niha yang di pentaskan secara Mendunia, sehingga ia merasa perlu di Rubuhkan dan di Bangun Kembali sesuai keasliannya .

Tambahnya, Rumah Adat Kami adalah Rumah Kami sebagai Masyarakat Nias dimana Kami Dilahirkan, Hidup dan Mati., Sehingga kami tidak mau Bentuknya di Rubah jauh dari Keasliannya.

Disisi lain, juga ia Menghimbau agar Seluruh Ormas Ono Niha Harus bergerak bersama agar Anjungan Rumah Adat tersebut di Bangun kembali sesuai Wujud aslinya. Juga Ananda Jes Cristhoper menekankan Kepada seluruh Elemen Masyarakat Nias Tokoh adat dan Budaya, Pemerintah se-Kepulauan Nias agar bersuara tidak hanya tinggal DIAM, BUTA, DAN TULI akan hal itu.

Juga perlu di pertanyakan kepada Pemprov Sumut, apakah model itu persetujuannya atau seperti apa,. Karena merekalah yang harus bertanggungjawab dalam hal ini. Dan sekaligus juga Ia mengusulkan agar 2 (Dua) Model Rumah adat dari Pulau Nias itu diantaranya Bentuk Oval (Bulat) dan Bentuk Kotak Panjang, dapat di Desain untuk perpaduan antara 2 Bentuk Rumah adat Nias. Sehingga 4 Daerah dan 1 Kota Madya terwakilkan secara efesien.

 

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *